Nur Annisa

Belajar ngeblog…….

aku, dia dan kamu January 10, 2015

Filed under: cerpen,My Stories — An-Niez @ 10:28 pm
Tags: ,

ketika ia akan pergi dari kehidupanku. air mata tumpah tak tertahan. tidak peduli apa kata orang. aku hanya bisa menangis tanpa mengungkapkan suatu apapun kepadamu.
Pertemuan kita berakhir ketika kegiatan Gathering itu. Mereka ataupun kamu sekalipun mungkin tidak tahu siapa yang aku tangisi. tapi aku yakin ini karna kamu yang akan pergi jauh.

“Teman-teman minggu ini adalah minggu saya bergabung disini.  Mohon maaf jika ada kesalahan ya.. ”

Deg! Suhu tubuhku berubah dingin. “Kenapa?” itu yang ada dibenakku ketika kamu mengucapkan kata perpisahan itu.

“Jadi, gathering ini adalah acara terakhir kita kumpul bersama?” Celetuk teman yang lain.

“Ya. Mungkin takdir kita untuk bersama disini sudah berakhir tapi tidak menutup kemungkinan kan jika nanti kita bertemu di mana gitu.. ” Jawab Yudi.

“Dan mungkin tidak hanya Yudi saja yang akan berpisah dengan teman-teman semua. tetapi saya juga harus pergi kembali ke tanah kelahiran saya yaitu di Yogyakarta. Tapi tenang teman-teman insyaallah kita bertemu lagi. ” ucap mas Adis.

Apa?? Mas Adis pun akan ikut pergi? Mas Adis adalah orang yang paling bijaksana diantara kami yang sedang berkumpul sebagai panitia Gathering kantor. Semua terdiam. Hening sejenak di ruang kantor ber AC yang sedari tadi menjadi saksi ide-ide cemerlang yang dilontarkan oleh panitia rapat Gathering.dan rapat pun diakhiri dengan kata-kata semangat Mas Adis yang menggebu-gebu agar acara gathering nanti berakhir dengan baik.

***

Hari-hari berlalu.1 bulan dia telah pergi. Yah mau bagaimana lagi. Tidak mungkin kan aku harus selalu ‘galau’. Aku harus maju. Dan takdir kan tidak ada yang tahu. Mungkin memang sudah di takdirkan seperti ini.
Dan semua sudah mulai berjalan seperti biasa. Mereka yang telah pergi sudah mulai hilang dalam pembicaraan di kantor. Seperti terlupakan. Dan aku pun harus seperti mereka walaupun aku yakin di dalam hati mereka masih tersimpan canda tawa kami bersama.

“Assalamu’alaikum… “. Ucapku ketika akan masuk ke ruang Manager Keuangan.
“Bu, ini laporan keuangan bulan ini ya…” Kemudian aku duduk sambil menyerahkan berkas laporan keuangan.

“Assalamu’alaikum, bu Dian… ”

Dari balik pintu terdengar suara laki-laki.

“Wa’alaikumsalam… ” Ucapku dan bu Dian bersamaan.

Dan betapa terkejutnya ketika aku menoleh.
“Bu, ini daftar design yang saya buat untuk proyek iklan baru kita.” Sambil memberikan flashdisk.

“Oh, sudah selesai Yud. Ok, terima kasih ya.”

“Eh, apa kabar Mba Riska.. ” Sapa Yudi.

Aku masih tercengang dengan kehadirannya.

“Eh, iya. Alhamdulillah baik..”

“OK. Bu Dian saya permisi dulu. Nanti kalau udah Ok. Hubungi ke handphone saya langsung aja ya bu.” Jelas Yudi

“OK.” Jawab bu Dian singkat.

“Assalamu’alaikum.” Ucap Yudi berpamitan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s