Nur Annisa

Belajar ngeblog…….

Catatan Hati: Menghapus Jejak September 2, 2014

Filed under: My Stories — An-Niez @ 9:11 pm
Tags: , , , , , , , , ,

Mungkin dia sudah ada yang memiliki. Dia hanya tidak ingin menyakitiku hingga ia kini pergi.

Berterusterang lebih baik daripada mengetahuinya diakhir.

Hari kedua setelah penantian panjang, akhirnya kita bertemu lagi. Aku yang memaksamu datang padahal aku sedang menginap di rumah teman. Dengan baju seadanya, menggunakan sweater. Dan kamu memaksakkan datang juga. Kita mengobrol sedikit pada hari itu. Karena aku datang sekali lagi dengan segerombolan teman. Setelah makan. Kamu mengantarku ke asrama adikku. Seperti biasa kita beli roti itu lagi. Sepanjang perjalanan aku melepas rindu. Ingin rasanya bilang jangan pergi. Setelah sampai di asrama. Kamu hanya mengantarku sampai pintu gerbang karena kamu malu disana isinya cuma perempuan (hehe…). Padahal aku cuma sebentar, aku masih ingin merasakan bersamamu. Dan akhirnya kau pulang. Jangan pergi kataku dalam hati. Karena setelah ini kita tak tau kapan kan bertemu lagi.

Dan benar saja kita tidak bertemu lagi setelah hari itu. Hanya melalui suara kulepas rinduku ini. Itu pun bisa dihitung jari. Kau sibuk atau tidak peduli denganku? Aku merasa ada sesuatu yang kau sembunyikan. Dengan tanggal lahirmu yang berbeda. Dan setelah chatting dengan adikmu, ternyata kamu lelaki satu-satunya, anak sulung. Berbeda dengan apa yang kau ceritakan padaku. Aku ragu. Apa yang harus aku lakukan. Dalam kebimbangan. Aku mencari jawaban. Aku curhat dengan temanku, rini dan yang lain. Aku tanya pada diriku dan aku berdoa. Hingga keluar kalimat itu. Kalimat yang tak pernah bisa keluar dari mulutku. Kita putus. Via sms ku kirim. Tak ada balasan. Taukah kamu bagaimana perasaanku? Sebenarnya aku ini siapa? Pentingkah aku untuk masa depanmu?

Sepertinya dengan bangga kau kirim sms bahwa telah dilangsungkan akah nikahmu. Apa yang kurasakan sekali lagi? Aku dipermainkan.

Setelah sebulan kita putus aku masih berharap kamu memintaku kembali. Tapi sepertinya memang ini yang kau inginkan. Karena kulihat foto profilmu dengan perempuan yang lain. Wanita yang ternyata aku curigai. Dan statusmu menjadi engaged. Tahukah perasaanku saat itu? Tak ada rasa. Beku. Flashback kuingat kata-katamu. “apa sih yang nggak untuk anis”. Dan “You are my special”. “aku ingin menikah denganmu”. Hah?!! Sekarang apa?!! Aku bagaikan tidak pernah ada dalam hidupmu.. sepertinya saat itu aku hilang dari bumi. Seluruh jiwa dan pikiranku pergi meninggalkan raganya yang tak berdaya. Kamu jahat.

Aku telah diracuni dengan kata-katamu. Betapa sakit kehilangan itu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s