Nur Annisa

Belajar ngeblog…….

Nyata pada akhirnya. March 14, 2013

Filed under: My Stories — An-Niez @ 3:33 pm
Tags: , , , , , , , ,

Diam-diam aku masih membuka facebooknya. Dan… Deg. Status engaged. Wow!!! Apa ini jantungku terasa berhenti berdetak. Lemas. Menekan tombol keyboard pun rasanya tak mampu. Dengan membabi buta aku menggerakkan mouse mencari kebenaran yang ada. Click. Dan inilah orangnya. Sosok wanita berjilbab yang aku rasa pernah muncul dalam facebooknya. Dan kebenaran mulai muncul. Kebohongan itu ada pada dirinya. Dulu aku hanya percaya bahwa wanita itu hanya saudara perempuannya.

Cukup. Aku sign out dan segera aku keluar dari warnet dekat kostanku itu. Aku hentikan niatku untuk mencari lamaran kerja. Sudah 2 minggu aku resign dari pekerjaan lamaku di Jakarta. Sekarang aku bersama teman semasa kuliahku di Bogor. Beginilah nasib anak rantau yang luntang-lantung karna tidak ada pekerjaan. Ditambah dengan sakitnya patah hati karna baru saja mengetahui bahwa pacarnya dulu adalah seorang pembohong. Memang kami hanya setahun berkenalan tetapi kami sudah menjurus ke hubungan yang lebih serius yaitu pernikahan. Tapi rencana itu kandas sudah.

Sesampainya di kostan, aku menjatuhkan diri diatas kasur lantai yang biasa menjadi tempat beristirahat aku dan temanku, Tania. Tania masih di kantor dan akan pulang jam 4 sore. Sedangkan, waktu kini masih menunjukkan pukul 12 siang. Sehingga, aku bebas mengekspresikan rasa sakit, kesal, kecewa dan apapun itu setelah beberapa menit yang lalu aku melihat kenyataan yang ada. Tangis. Ya, hanya tangis mungkin yang bisa mengekspresikan rasa ini. Kecewa yang sangat luar biasa saat kamu mengira kamu melakukan kesalahan karna memutuskan pacarmu secara sepihak. Dan ternyata akhirnya, kamu tahu bahwa memang itu yang dia inginkan darimu. Mengakhiri hubungan dengan cara memaksamu yang melakukannya. Sungguh kejam menurutku. Masih terbanyang bagiku betapa beratnya mengatakan kata “PUTUS” itu. Malah aku tak sanggup. Aku hanya bisa mengantarkannya melalui pesan sms.

Setelah puas meluapkan emosi, aku bangkit dan meyakinkan diri untuk tidak terpuruk terlalu lama. Tapi kemudian aku masih penasaran. Jangan-jangan ketika masih bersamaku dia sudah bersama perempuan itu. Errggghh… rasanya kesal sekali. Pasti akan aku selidiki. Namun, untuk saat ini rasanya aku harus fokus pada pencarian kerja. Aku harus bekerja. Tidak enak rasanya berlama-lama menumpang dengan temanku, Tania. Dan akhirnya aku putuskan aku harus fokus mencari pekerjan baru kemudian akan aku selidiki lagi apa yang sebenarnya terjadi dalam kisah cintaku ini.

 

One Response to “Nyata pada akhirnya.”

  1. An-Niez Says:

    terima kasih ya sudah me-Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s