Nur Annisa

Belajar ngeblog…….

Mahasiswa Ilegal February 12, 2011

Filed under: My Stories — An-Niez @ 3:05 pm
Tags: , , , ,

Jum’at, Sabtu & Minggu aku libur kerja. Bingung deh mau kemana??? Eh, tau… tahu… aku punya ide, “Maen ke rumah Rini aja”. Langsung aja aku sambar HP ku dan ku ketik huruf-hurufnya.

“Rin, aku mau maen nih. Kamu libur gak?”

Menunggu beberapa saat dan kemudian, HPku bernyanyi deh. “1 message” tulisan di layarnya.

“sabtu gak libur. Minggu mau kuliah. Tapi, gpp maen aj. Ke Depok aja ya”

Asyik. Akhirnya liburanku nggak sia-sia juga.

Pertama kali aku ke depok dan naik kereta pula. Bogor-Depok nggak jauh sih, tapi namanya baru pertama kali agak bingung juga.

Sabtu malem aku sampai di kostan Rini, kalo rumahnya di Cileungsi.

“Aduh, akhirnya sampai juga. Muter-muter. Kayaknya lebih cepet naik bus deh.”

“Emang kamu darimana?”

“Dari Bogor”. Jawabku.

“Loh, kirain dari Jakarta”.

“Nggak, kemarin ke Bogor dulu.”

Tempat kerjaku emang di Jakarta tapi aku tinggal bersama saudaraku di Bogor.

 

Malam minggu di Depok, muterin kota Depok.

“Nis, kamu besok ikut aku kuliah aja. Gak apa-apa kok. Nggak bakal ketahuan.”

“Ikh, gak mau akh… Ntar diusir dari kelas…. malu-maluin banget.”

“Nggak. Bilang aja Mahasiswa terbang. Emang suka ada yang kayak gitu kok.”

“Masa sih??? Nggak deh takut.”

“nggak apa-apa. Temen aku juga pernah ada yang bawa temennya ke kelas kok. Nggak bakal ketahuan. Dosennya nggak mungkin inget.”

“Beneran?”

“Iya. Daripada sendirian dikostan?”

“Ok deh.”

Rini itu ikut kuliah Cuma hari minggu aja di sebuah universitas swasta di Jakarta Timur. Dan Senin-Sabtu nya dia kerja di Depok.

Minggu pagi, hari pertama masuk kuliah. Mahasiswa Ilegal (hehe…).

Pertama kali melangkah dari kostan, deg-degan nya minta ampun.

“Rin, deg-degan banget nih. Nanti ketauan gak?”

“Tenang aja deh.”

Sampai di depan gerbang kampusnya, jantung rasanya mau copot.

Dan ketika sampai di kelas.

“Aslamu’alaikum, eh… kenalin ini temen Rini.”

“Anis”

“Ella”

(Aduh, si Rini pakek segala dikenalin lagi” (dalam hatiku).

“Dari kelas terbang ya Mbak”.

“Iya.” Jawabku sambil senyum-senyum melirik ke Rini.

Kelas pertama, Dosennya nggak masuk. Alhamdulillah…

Ada satu orang yang keluar dari ruangan.

“Dia kelas terbang tuh Nis.” Kata Rini.

“Nanti aku kelas terbang tapi kok ngikutin semua kuliah?”

“Nggak apa-apa, tenang aja.”

Kelas Kedua, Intergrated. Diabsen. Waduh, di absen segala.

“Ada yang belum dipanggil?” tanya dosennya.

Aku memendamkan kepalaku supaya tidak terlihat. Pura-pura nulis, padahal nyoret-nyoret.

Udah mulai keringat dingin deh.

“Tenang aja Nis, dia nggak bakalan hapal orangnya kok.”

Untungnya dosen yang satu ini menjelaskan tanpa mondar-mandir cuma duduk di singgahsananya aja.

“Rin, abis ini aku pulang aja deh.”
“Kok pulang sih. Jangan dong. Mau pulang ke kostan? Sendirian loh, gak enak sama ibu kostannya.”

“Kemana aja deh. Maen kemana kek..”

“Udah deh, sampai selesai aja. Tenang aja Nis.”

Akhirnya, kelas kedua berakhir dengan cukup menegangkan.

Istirahat.

“Lumayan juga ya dapet pelajaran. He… he….” Kataku sambil makan soto ayam yang tadi aku pesan di kantin.

“Iya, makanya sampai selesai ya.”

Aku mengangguk tak berdaya.

“Emang abis ini kuliah apa?”

“PKN.” Jawab Rini singkat.

Selesai makan dan sholat kami kembali ke kelas menanti mata kuliah berikutnya, yaitu PKN.

Di kelas, mereka sibuk mengurusi bahan untuk ujian besok sedangkan aku cuma bengong aja melihat mereka. Tapi anehnya dari suara-suara yang aku denger sih ujiannya open book. Aduh, beda banget sama kampusku dulu. Mana bisa Open Book.

Kelas ketiga dimulai. Dosennya masih muda dan berkacamata. Kayaknya masih single tuh (he… he…). Denger-denger dari cerita Rini sih katanya orangnya kaku jadi kalau ngajar suka bikin lucu.

Dan ternyata dia mengabsen juga. Aduh, jadi ngumpet-ngumpet lagi deh. Dan parahnya ketika dia mulai menjelaskan ternyata dia hapal mahasiswanya satu persatu. Hal itu terlihat dia menanyakan tentang penjelasannya pada mahasiswa yang duduk di belakangku dan 2 baris disebelahku dengan  menyebut namanya tanpa melihat absen.

Mulai deh jantungku bereaksi (deg… degan…dasar penakut sih).

“Rin, kayaknya yang satu ini hapal deh.”

“Iya, nis.” Jawab Rini dengan raut muka cukup cemas juga.

“Tapi tenang aja nis. Udah biasa aja.”

“Gimana mau biasa aja. Dia ada di depan kita Rin. “ kataku dalam hati.

Kepalaku mulai menunduk sesekali kuberanikan menatap sang dosen itu. Dilihat dari matanya seolah-olah dia berkata padaku: “Hei, kamu siapa?” Aku segera memalingkan wajahku pada buku PKN milik Rini yang diletakkan di meja antara mejaku dengan mejanya.

“Astagfirullahal’adziiimmmm..” ucapku dalam hati.

“Nis, biasa aja. Ya ampun….” kata Rini.

Aku sudah coba untuk biasa aja tapi apa daya keringat di tubuhku ini nggak bisa berhenti mengalir. Untung saja dia tidak terlalu memperhatikan aku dan kembali ke mejanya.

Akhirnya, selesai juga mata kuliah ini. Sepertinya sih dosen yang satu ini merasa ada sesuatu yang jagalnya. Karna dia selalu menanyakan “ada yang belum diabsen?”. Tapi, akhirnya dia keluar juga. Hhhhh…. sedikit tenang.

Istirahat.

 

ISTIRAHAT, kata-kata itu yang aku tunggu daritadi. Walaupun sebenarnya nggak capek-capek amat sih tapi yang bener-bener capek itu jantungku. Kayaknya dia bekerja melebihi normal deh (sport jantung terus daritadi).

Setelah makan di kantin, kami pergi ke Mushola. Bercerita-cerita sebentar kemudian kembali ke kelas yang membuatku cemas sepanjang hari ini.

Di kelas belum semua mahasiswa berkumpul, mereka masih diluaran sana. Menikmati waktu istirahat mereka. Aku dan Rini memilih untuk kembali ke kelas karena Rini mau mempersiapkan ujiannya minggu depan.

Mata kuliah yang terakhir yaitu agama. Dosen yang satu ini terkenal subyektif jadi mungkin (kata Rini) dia tidak mengenal muridnya satu-persatu. Dan satu lagi dia suka sekali melebihi jam mata kuliahnya (kayaknya betah banget kalau ngajar).

Benar saja kata Rini, Sudah hampir setengah jam dosen itu belum datang juga. Dan ternyata, dia baru keluar dari kelas tempatnya mengejar sebelum di kelasnya Rini.

“Ya ampun, Pak. Terusin aja sekalian disana, nggak usah masuk ke kelas kita” celetuk salah seorang mahasiswa ketika Dosen tersebut melewati kelas menuju ruang dosen.

“Ada pesan dari Pak …. (aku lupa namanya he.. he..) kelompok minggu ini presentasi dulu dan sekalian di absen.” Kata salah satu Mahasiswa.

“Alhamdulillah…. ” kataku dalam hati. Diabsen sendiri.

Tak berapa lama kemudian dosen itu pun datang. Setelah mengucapkan salam kemudian memohon maaf atas ketelambatannya.

Presentasipun usai. Giliran sang dosen menjelaskan. Beliau menjelaskan dengan mencoret-coret whiteboard. Cukup menarik juga sih. Kali ini Rini benar, tampaknya dosen yang satu ini tidak terlalu hapal dengan nama mahasiswanya. Hanya beberapa yang beliau kenal. Terbukti dengan, beliau selalu menyebut mahasiswanya dengan sembutan “Mba”.

Lumayan juga nih dapat pengetahuan. Dosen yang satu ini asyik juga. Akhirnya ada salah satu season yang tidak menegangkan.

Kuliahpun selesai. Bisa bernapas lega deh.

“Gimana Nis tadi?” tanya Rini saat perjalanan pulang.

“Mmmm…. lumayan dapet ilmu juga.”

“Kapan-kapan ikut lagi ya?”

“Gubrak…!!!! Nggak deh Rin… makasih banyak. Cukup untuk hari ini aja.”

“hahahahahggg…. Iya… iya… Lucu ngeliat kamu tadi.” Ucap Rini sambil tertawa meledek.

“Kamu sih enak ada hiburan, aku udah setengah mati disana” Ucapku dalam hati sambil merengutkan bibir.

Pengalaman yang menarik. Tapi, aku rasa hanya untuk kali ini aja. Bisa dijadiin cerita anak cucu. Hehee….

SELESAI.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s