Nur Annisa

Belajar ngeblog…….

Bye.. yaa… February 3, 2015

Filed under: My Stories,Poetry — An-Niez @ 4:33 pm

Ijinkan aku mengingatmu untuk terakhir kali
Kubiarkan air mata jatuh tuk terakhir kali
Kubiarkan anganku menatap wajahmu tuk terakhir kali

Aku ikhlaskan melepasmu dari hati ini
Entah kapan dia telah bersemayam
Yang aku tahu dia ada disini

Semoga ini yang terbaik
Dirimu yang terlalu tinggi untuk kugapai

#bye

Semoga kita bahagia dengan takdir kita masing-masing

#Bersamamu kuhabiskan waktu

Bahagia bisa mengenal dan berbuat kebaikan denganmu
Terima kasih telah mengajarkan banyak kebaikan

#rasanya semua begitu sempurna sayang untuk mengakhirinya

Yakin ini yang terbaik. Aamiin

*untuk dia yang mungkin tidak tahu, aku berdoa untuknya, untuk masa depan

**31 Februari 2015 06.14 am

 

aku, dia dan kamu January 10, 2015

Filed under: cerpen,My Stories — An-Niez @ 10:28 pm
Tags: ,

ketika ia akan pergi dari kehidupanku. air mata tumpah tak tertahan. tidak peduli apa kata orang. aku hanya bisa menangis tanpa mengungkapkan suatu apapun kepadamu.
Pertemuan kita berakhir ketika kegiatan Gathering itu. Mereka ataupun kamu sekalipun mungkin tidak tahu siapa yang aku tangisi. tapi aku yakin ini karna kamu yang akan pergi jauh.

“Teman-teman minggu ini adalah minggu saya bergabung disini.  Mohon maaf jika ada kesalahan ya.. ”

Deg! Suhu tubuhku berubah dingin. “Kenapa?” itu yang ada dibenakku ketika kamu mengucapkan kata perpisahan itu.

“Jadi, gathering ini adalah acara terakhir kita kumpul bersama?” Celetuk teman yang lain.

“Ya. Mungkin takdir kita untuk bersama disini sudah berakhir tapi tidak menutup kemungkinan kan jika nanti kita bertemu di mana gitu.. ” Jawab Yudi.

“Dan mungkin tidak hanya Yudi saja yang akan berpisah dengan teman-teman semua. tetapi saya juga harus pergi kembali ke tanah kelahiran saya yaitu di Yogyakarta. Tapi tenang teman-teman insyaallah kita bertemu lagi. ” ucap mas Adis.

Apa?? Mas Adis pun akan ikut pergi? Mas Adis adalah orang yang paling bijaksana diantara kami yang sedang berkumpul sebagai panitia Gathering kantor. Semua terdiam. Hening sejenak di ruang kantor ber AC yang sedari tadi menjadi saksi ide-ide cemerlang yang dilontarkan oleh panitia rapat Gathering.dan rapat pun diakhiri dengan kata-kata semangat Mas Adis yang menggebu-gebu agar acara gathering nanti berakhir dengan baik.

***

Hari-hari berlalu.1 bulan dia telah pergi. Yah mau bagaimana lagi. Tidak mungkin kan aku harus selalu ‘galau’. Aku harus maju. Dan takdir kan tidak ada yang tahu. Mungkin memang sudah di takdirkan seperti ini.
Dan semua sudah mulai berjalan seperti biasa. Mereka yang telah pergi sudah mulai hilang dalam pembicaraan di kantor. Seperti terlupakan. Dan aku pun harus seperti mereka walaupun aku yakin di dalam hati mereka masih tersimpan canda tawa kami bersama.

“Assalamu’alaikum… “. Ucapku ketika akan masuk ke ruang Manager Keuangan.
“Bu, ini laporan keuangan bulan ini ya…” Kemudian aku duduk sambil menyerahkan berkas laporan keuangan.

“Assalamu’alaikum, bu Dian… ”

Dari balik pintu terdengar suara laki-laki.

“Wa’alaikumsalam… ” Ucapku dan bu Dian bersamaan.

Dan betapa terkejutnya ketika aku menoleh.
“Bu, ini daftar design yang saya buat untuk proyek iklan baru kita.” Sambil memberikan flashdisk.

“Oh, sudah selesai Yud. Ok, terima kasih ya.”

“Eh, apa kabar Mba Riska.. ” Sapa Yudi.

Aku masih tercengang dengan kehadirannya.

“Eh, iya. Alhamdulillah baik..”

“OK. Bu Dian saya permisi dulu. Nanti kalau udah Ok. Hubungi ke handphone saya langsung aja ya bu.” Jelas Yudi

“OK.” Jawab bu Dian singkat.

“Assalamu’alaikum.” Ucap Yudi berpamitan.

 

Klimaks kehidupan (Air yang mengalir) January 5, 2015

Filed under: My Stories — An-Niez @ 9:55 pm
Tags: , , , , , , ,

Yang aku ingat adalah beberapa hal ini:
Mungkin bisa disebut pengambilan keputusanku yang pertama. Atau entah yg ke berapa. Tapi dalam cerita ini, aku sebut ini yang pertama.

Kelulusan SD.
Lulus SD dengan nilai lumayan. Masuk rangking 10 besar. Dulu masih ada rangking. Dan mulai bingung harus kemana lagi. Dengar-dengar dari teman – teman yang lain ingin ke SMP yang bermutu. Dan akhirnya aku mengikuti. Masuk ke SMP Negeri yang lumayan terkenal pasti bangga donk. Dan akhirnya aku masuk ke SMP yang aku pilih, yang temanku pilih, dan orangtua, keluarga juga memilih itu. Mudah. Belum ada pertimbangan apapun.

Kedua. Lulus SMP.
Kalo tidak salah disini masa pubertas sudah mulai beranjak ke masa dewasa awal. Banyak yang dilewati tentunya. Sedih, senang, susah masa remaja. Dan masa itu terlewati sudah. Kembali ke masa pilihan. SMA/SMK? Dan yang mana? Mulai ada pertimbangan. Masih dengan perasaan yang sama. Ingin bersama dengan teman yang melewati masa remaja bersama. Sedikit bimbang. Dan ada masukan dari orangtua. Masalah ekonomi pun terpikirkan. Dan akhirnya terpilih sudah. Bersama mereka teman – teman masa remaja. SMK. Mengalir seperti air. Tujuan?? Mungkin aku belum mengerti. Untuk memilih jurusan saja aku mendengar apa kata orang lain. Begitulah masih belum terpikirkan banyak hal.

Dan ketiga. Lulus SMK.
Deg. Kemana nih? Kerja atau kuliah? 2 kata itu dipikiranku. Segala macam masalah hidup mulai muncul. Sisi bersenang-senang mulai terlupakan. Apapun takdirnya akan kulewati seperti halnya keputusanku yang lain. Tapi kali ini sedikit beda. Aku punya pikiran sendiri, pendapat sendiri, pikiran sendiri. Tidak mengikuti mereka. Dan kita pun terpisah – pisah dengan takdir masing – masing. Yaa.. Biarlah kawan. Asal kita semua bahagia dengan takdir masing – masing.
Ternyata, tugasku pendidikanku belum selesai. Dan aku kuliah. Mengikuti jalur SD-SMP-SMK-Kuliah. Walaupun bukan di perguruan tinggi. Bahkan bukan yang sudah dikenal. Masyarakat pun belum tentu tau ada Beasiswa gratis 1 tahun untuk pendidikan ini. Dan aku belajar kembali.

Ketiga. BogorEducare.
Yaa.. Selesai juga ini. Apa lagi selanjutnya yang harus aku jalani? Dari petunjuk standar yang aku baca adalah bekerja atau lanjut kuliah lagi. Pilihannya masih sama seperti di atas (lulus SMK). Masih ingin bergulat di dunia belajar dan belajar. Yaa memang hanya itu yang aku bisa. Belajar dan belajar. Akademis banget. Eits, ternyata aku diberi kesempatan untuk cari duit dulu nih. Dan terpikir cara orang lain hidup. Kerja – kuliah – kuliah sambil kerja. That’s it! Kerja selesai. Ternyata kerja juga ada masanya.
Pengangguran bukan pilihan tapi itu terjadi. Bukan pilihanku tapi pilihan Sang Pencipta. Yang ingin mengajarkanku makna sabar.

Kerja lagi.
Yes. Masih berada dijalur yang benar (menurutku). Kerja… Kerja… . And.. Kuliah. Done. Kerja sambil kuliah. OK. Menikmati ini.
Mencoba melihat ujung perjalanan ini. Pilihanku mana pilihanku. Tidak jelas. Hei!! Bangun. Lihat tugas mana yang belum kamu jalani?!. Dan aku hanya diam dan berjalan di tempat. Kerja + kuliah.

??? (Tidak tau)
Sekarang ini. Ya masa sekarang ini. Yang sedang kujalani saat ini.
Deg. Menikah. WOW.. Apa ini?? Sebuah pilihan lagi???
Masuk ke dalam hatimu. Dan pikirkan!!!!!
Ketika seseorang mengajakmu melangkah. Dan maju menuju tugas berikutnya.. Apa yang kamu pikirkan.
Ini bukan seperti pada masa – masa yang pernah terjadi sebelumnya. Pasti sempat terlintas akan terjadi masa ini.
Ini setengah agamamu, nak!.
Ini yang aku pikirkan. Dan belum ada jawaban. Karna aku masih ada di masa ini….

#Januari, 5 2015
#masihmencarikeputusan
#adakahpilihan?

 

Jadilah Hebat December 21, 2014

Filed under: Uncategorized — An-Niez @ 6:05 am

Untukmu yang nantinya untukku
Berusahalah dengan keras untuk menjadi yang sebaik mungkin

Karna kamu mempunyai amanah yang besar
Menjadi seorang yang harus membimbing seluruh keluarga ke jalan yang penuh cahaya

Ambillah ilmu dari siapapun
Semua ilmu tentang kehidupan
Hauslah tentang segala hal yang bermanfaat nantinya

Aku yakin kamu bisa karna aku pun berusaha

Berusaha bersama-sama walau kini kita masih jauh

Jadilah hebat hingga kita dekat nanti
Jadilah kamu yang terhebat untukku dan untuk mereka nanti

 

??? December 12, 2014

Filed under: My Stories,Poetry — An-Niez @ 4:12 am

Tahun ini berbeda

Dan akhirnya aku harus memilih
Dia yang terlalu jauh disana
Atau dia yang ada disini

Haruskah mengubur dalam2 rasa ini
Walau aku selalu menahannya untuk terwujud

Atau..

Haruskah membuka hati untuk dia yang selalu menanti di setiap waktu

Kamu dan Dia pasti berbeda..
Entah apa yang akan digariskan Allah untuk kita

Atau aku buta tidak melihat takdir yang telah nyata

Entah atau aku tidak mau tau bahkan tidak ingin menerima takdir ini

Tapi hanya allah yang tau mana yang terbaik bagi mahluknya.

Persahabatan kalian yang membuatku berat

Tapi harusnya aku sadar siapa diriku dan siapa dia..
Jika memang takdirnya telah tertulis seperti ini

Aku berdoa Agar ikhlas dan berlapang dada menerimnya..

*071214
#MyDecemberStory

 

Cemburu November 9, 2014

Filed under: Poetry — An-Niez @ 8:23 pm

Benci..
Sebel..
Tidak peduli..

Ada setiap kali melihatnya
Mendengarnya, dekat denganya

Padahal..

Dia tidak tahu apa-apa
tidak mengerti apapun
Bahkan terlalu baik untuk disalahkan

ada apa ini??
Kebingungan mulai merajai
Menyelami diri tuk dapat jawaban
Dan mungkin itu jawabnya

Rasa yang tidak ingin aku akui
Kepadamu juga pada diri sendiri

 

PERAN

Filed under: Advice,Kata Mutiara,SMS dari Temen2 — An-Niez @ 5:39 am

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika masa yang semestinya kamu sudah menjadi seorang mahasiswa, tapi nyatanya kini masih harus berjuang lagi untuk menjadi mahasiswa.
Mainkan saja peranmu dengan sebaik-baiknya, bahwa Allah menakdirkan kebaikan untukmu, dari jalan perjuangan ini, lagi dan lagi.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika skripsi atau tesismu terbengkalai tersebab kamu mengurus amanah Allah yang akan menjadi bintang. Mainkan saja peranmu dan Allah akan tunjukkan jalan keluar yang spesial untukmu.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika ijazah S1 sudah di tangan, teman-temanmu yang lain sudah berpenghasilan, sedangkan kamu, dari pagi hingga malam sibuk membentuk karakter bagi makhluk yang akan menjadi jalan surga bagi masa depan. Mainkan saja peranmu, dan tak ada yang tak berguna dari pendidikan yang kau raih, dan bahwa rezeki Allah bukan hanya tentang penghasilan kan? Memiliki anak-anak penuh cinta pun adalah rezeki-Nya.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika pasangan lain mengasuh bersama dalam cinta untuk buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu sebab. Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah akan membersamai kalian kembali.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika nyatanya kondisi memaksamu untuk bekerja, meninggalkan buah hati yang tiap pagi melepas pergimu dengan tangis. Mainkan saja peranmu, ya mainkan saja, sambil memikirkan cara agar waktu bersamanya tetap berkualitas.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika katamu lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi punggung padahal rusuk. Mainkan saja peranmu, bukankah semata-mata mencari ridha Allah? Lelah yang Lillah, berujung maghfirah.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika belahan jiwa nyatanya bukan seperti imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu, tbukankah Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu? tetap berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya, untuk bahagia buah cinta.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika timbul iri pada mereka yang dalam hitungan dekat setelah pernikahannya, langsung Allah beri anugerah kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan tersebut. Mainkan saja peranmu dengan sebaik-sebaiknya sambil tetap merayu Allah dalam sepertiga malam menengadah mesra bersamanya.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika hari-hari masih sama dalam angka menantit, menanti suatu bahagia yang katamu bukan hanya untuk satu hari dan satu hati. Mainkan saja peranmu sambil perbaiki diri semata-mata murni karena ketaatan pada-Nya hingga laksana Zulaikha yang sabar menanti Yusuf tambatan hati, atau bagai Adam yang menanti Hawa di sisi.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika ribuan pasangan pengantin mengharapkan amanah Ilahi, membesarkan anak kebanggaan hati, dan kau kini, membesarkan, mengasuh dan mendidik anak yang meski bukan dari rahimmu. Mainkan saja peranmu, sebagai ibu untuk anak dari rahim saudarimu.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ibrahim, melaksanakan peran dari Allah untuk membawa istri dan anaknya ke padang yang kering. Kemudian, rencana Allah luar biasa, menjadikannya kisah penuh hikmah dalam catatan takdir manusia.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ayub yang nestapa adalah bagian dari hidupnya, dan kau dapati ia tetap mempesona, menjadikannya kisah sabar yang tanpa batas berujung surga.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai nabiyullah lainnya. Berkacalah pada mereka, dan jejaki kisah ketaatannya, maka taat adalah cinta.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Taat yang dalam suka maupun tidak suka.Taat yang bukan tanpa keluh, namun mengupayakan agar keluh menguap bersama doa-doa yang mengangkasa menjadikan kekuatan untuk tetap taat.
Mainkan saja peranmu, dalam taat kepada-Nya, dan karena-Nya.

#copas

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 166 other followers