Nur Annisa

Belajar ngeblog…….

Pin or gantungan kunci April 26, 2016

image

Mau bikin gantungan kunci atau pin?
Undangan pernikahan juga ada..

Ayo call me on asma.aniez@gmail.com or instagram an_nieztya…

Ditunggu y orderannyaa…

 

April 11, 2016

Filed under: Uncategorized — An-Niez @ 11:46 am

Entah siapa yang harus disalahkan. Aku hanya ingin menulis untuk meluapkan segalanya. Amarah, kesal, sedih… semuannya..

 

22 januari 2016 February 7, 2016

Filed under: Uncategorized — An-Niez @ 7:49 am

22 januari 2016

03.15 wib
Dia datang diiringi tangisan yg memecahkan sunyi di pagi itu.

Banyak hal yang diupayakan agar dia datang.

Aku seorang ibu.

08.30 rasa mulas yang tak tertahankan mulai terasa. Segera aku dibawa ke sebuah klinik.

Pembukaan 7…  rasa mulas itu makin terasa hebat di setiap prosesnya. Rasa mulas tapi belum boleh mengejan walau dia memaksa untuk itu. Dan aku menahannya.

Sekitar jam 12 malam. Pembukaan 10.
Inilah waktunya. Mengatur pernapasan agar dia bisa keluar dengan sempurna. Namun apa daya… hanya terlihat rambutnya saja yang sudah melambai-lambai. Tak berpikir yang lain yang ada hanya “dorong” lalu “keluar”.

Sekitar jam 2 malam. Belum ada perubahan yang berarti. Rambut. Ya. Hanya rambutnya saja.

Aku gagal.

Bidan merujukku untuk ke rumah sakit yang lebih besar. Dalam perjalanan menahan mulas dan dilarang mengejan. Akh…. rasanya tak berdaya. Hanya terus mengatur napas sebisa mungkin.

Sekitar jam setengah 3. Rumah sakit. IGD. Infus. Ruang bersalin. Dan tetap dipaksakan normal. Akh… padahal aku sudah pasrah jika harus cesar.

 

PERKEMBANGAN LITERASI ANAK January 1, 2016

Filed under: Uncategorized — An-Niez @ 12:01 pm

Buat sharing aja.… ^_^

PERKEMBANGAN LITERASI ANAK

Membaca, menulis, dan berhitung dahulu baru mulai diajarkan pada tahun pertama sekolah dasar. Saat itu usia masuk SD yang berlaku secara luas adalah 6,5-7 tahun. Tetapi sekarang, banyak SD yang mensyaratkan anak sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung untuk dapat diterima di sekolah tersebut. Usia memulai pendidikan dasar juga telah bergeser; anak yang belum genap berusia 6 tahun sudah dapat diterima di beberapa SD tertentu. Fenomena ini tidak jarang menimbulkan kepanikan orangtua, ditambah lagi dengan menjamurnya kursus-kursus baca-tulis-hitung yang ditujukan untuk anak usia prasekolah. Benarkah anggapan bahwa lebih cepat lebih baik? Kapan sebenarnya anak siap untuk belajar hal-hal di atas?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, kita perlu mengenal tahapan normal perkembangan membaca dan menulis pada anak. Pada tiap tahapan, ada beberapa aktivitas yang dapat kita lakukan bersama anak untuk menunjang perkembangan baca-tulisnya.

Membaca dan menulis
Usia 2-4 tahun

Anak usia prasekolah masih sibuk mengembangkan kemampuan bicara dan bahasanya. Perkembangan bahasa terkait erat dengan perkembangan kemampuan membaca di kemudian hari. Pada usia ini, membacalah kepada anak Anda sesering mungkin untuk menumbuhkan minat bacanya dan memperluas kosakatanya. Lebih rinci mengenai perkembangan bicara dan bahasa dapat dibaca di sini. Pada usia ini anak dapat mulai mempelajari keterampilan motorik halus dasar yang diperlukan untuk belajar menulis nantinya (pre-writing skills). Keterampilan-keterampilan tersebut misalnya belajar menarik garis, menggambar lingkaran, dan menghubungkan titik-titik. Mewarnai juga menunjang perkembangan keterampilan ini. Gunakan alat tulis dengan pegangan gemuk agar lebih mudah dipegang oleh anak.

Usia 4-5 tahun: Pre-reading skills

Usia taman kanak-kanak adalah usia yang baik untuk memperkenalkan anak pada dasar-dasar baca-tulis (pre-reading skills): pengenalan huruf dan angka, mendengarkan sajak berima, mencocokkan kata-kata dengan bunyi awal atau akhir yang sama (buku dan bulan, tarik dan naik). Bila anak sudah dapat mengeja suku kata (b-a, ba), tidak lama kemudian ia akan dapat membaca kata-kata sederhana (ibu, sapi, babi). Pada usia ini baik juga untuk memperkenalkan anak pada bagian-bagian buku: sampul depan, judul, pengarang, sampul belakang.

Anak mungkin mulai tertarik untuk menulis beberapa huruf dan angka. Ia makin nyaman menggunakan alat tulis. Untuk menunjang keterampilan ini, anak dapat diberikan permainan mencari jalan atau menghubungkan titik-titik untuk membentuk huruf dan angka.

Usia 6-7 tahun: Belajar membaca dan menulis

Pada tahun pertama SD, makin banyak kata yang dibaca oleh anak. Anak mulai dapat mengenali kata tanpa harus mengeja terlebih dahulu dan mengerti makna sebagian besar kata dan kalimat yang dibacanya. Pada pertengahan tahun pertama, ia dapat membaca sendiri buku-buku sederhana. Pada usia ini, sediakan untuk anak bacaan yang bervariasi, dapat berupa buku atau majalah. Manfaatkan perpustakaan sekolah semaksimal mungkin.

Pada usia ini anak sudah mahir memegang pensil atau pena. Pada akhir masa ini, anak sudah mahir menulis, dengan tulisan yang dapat dibaca.

Usia 7-8 tahun: Belajar membaca tingkat lanjut

Makin banyak kata dan kalimat yang telah dibaca oleh anak usia ini. Dengan membaca, anak memperluas kosakata dan pengetahuannya tentang dunia di sekitarnya. Anak dapat membaca keras-keras dengan ekspresi dan sudah memiliki preferensi buku atau cerita yang disenanginya. Bila membaca cerita, anak sudah dapat mengidentifikasi tokoh, setting, dan peristiwa-peristiwa di dalamnya. Pada akhir masa ini, biasanya anak sudah dapat membaca sendiri dengan lancar.

Usia 8 tahun ke atas

Setelah usia 8 tahun, anak sudah mahir mempergunakan keterampilan membacanya untuk belajar baik di dalam maupun di luar sekolah. Pada usia remaja, anak sudah mengerti sepenuhnya apa yang dibacanya. Jenis bacaannya pun bervariasi, mulai dari fiksi hingga nonfiksi.

Apabila anak menemui kesulitan serius dalam membaca atau menulis pada usia sekolah dasar, mungkin anak memiliki gangguan belajar. Lebih rinci mengenai gangguan belajar dapat dibaca di sini.

Berhitung dan matematika
Untuk belajar berhitung dan matematika, anak harus sudah memiliki kosakata yang luas serta pemahaman beberapa konsep dasar, misalnya banyak-sedikit, besar-kecil, pengetahuan tentang bentuk dan pola. Berikut tahapan perkembangan ketrampilan berhitung dan matematika pada anak.

Usia prasekolah (2-3 tahun)

Pada usia ini, anak mulai mengenal angka satu digit (1 sampai 9). Beberapa anak sudah mulai dapat menulis angka, bergantung pada kemampuan motorik halusnya. Anak juga sudah dapat menghitung benda, terutama jika jumlah benda tidak lebih dari lima.

Anak usia prasekolah dapat diajarkan untuk mengenali dan meneruskan pola atau deret sederhana. Contoh: jeruk – pisang – jeruk – pisang

Setelah beberapa lama, anak dapat mengenali dan meneruskan deret yang lebih kompleks. Contoh: apel – jeruk – pisang – apel – jeruk – pisang jeruk – jeruk – pisang – jeruk – jeruk – pisang

Selain itu, anak usia prasekolah juga dapat mulai belajar mengelompokkan benda menjadi dua atau tiga kelompok menurut warna, bentuk, ukuran, atau sifat lain yang dapat dikenalinya. Contohnya, anak dapat diajak mengelompokkan balok menjadi dua kelompok, merah dan biru.

Usia taman kanak-kanak (4-5 tahun)

Pada usia ini, anak sudah dapat mengenali angka 1 hingga 20. Anak juga sudah memahami konsep jumlah yang ditunjukkan oleh masing-masing angka dan dapat menghitung benda dengan benar apabila jumlah benda 20 atau kurang. Beberapa anak sudah mulai dapat menghitung loncat (1, 3, 5, 7 atau 10, 20, 30, 40). Anak usia taman kanak-kanak dapat mengenali dan meneruskan deret yang makin kompleks (misal: merah – merah – biru – kuning – merah – merah – biru – kuning). Mereka juga sudah bisa membuat deret sendiri dan meneruskannya. Selain itu, anak juga dapat mengelompokkan benda menjadi tiga kelompok atau lebih berdasarkan lebih dari satu sifat, contohnya: balok merah besar, balok merah kecil, balok biru besar, balok biru kecil.

Usia sekolah dasar (6-10 tahun)

Pada tahun pertama sekolah dasar, anak dapat belajar penjumlahan dan pengurangan dengan satu digit. Pada tahun kedua, anak mulai dapat melakukan penjumlahan dan pengurangan dengan dua digit atau lebih. Tahun ketiga dan keempat adalah saatnya anak mulai mempelajari perkalian dan pembagian.Pada usia selanjutnya (11 tahun ke atas) barulah anak dapat mengerti sepenuhnya mengenai pecahan, desimal, persentase, dan geometri.

Apabila anak menemui kesulitan serius dalam berhitung pada usia sekolah dasar, mungkin anak memiliki gangguan belajar. Lebih rinci mengenai gangguan belajar dapat dibaca di sini.

Adakah kata terlalu dini untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung? Tidak pernah terlalu dini untuk belajar, selama aktivitas yang diberikan sesuai dengan usia dan tahapan perkembangan anak. Sebaiknya kita tidak memaksakan anak untuk menguasai keterampilan yang berada di atas tahapan yang sudah dicapainya. Ingatlah bahwa setiap anak memiliki waktu dan kecepatan tersendiri untuk belajar; tahapan perkembangan yang dicapai satu anak tidak dapat dibandingkan dengan anak lainnya. Selain itu, belajar harus tetap menyenangkan untuk anak!

Penulis : Amanda Soebadi (Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI – RSCM)

 

Membaca Goresan-Mu March 20, 2015

Filed under: My Stories,Poetry — An-Niez @ 9:46 pm
Tags: , ,

Ketika dia tidak seperti keinginanmu

Ya Allah apa yang ingin Engkau ajarkan kepadaku saat ini
Apakah mungkin karna aku yang belum menjadi wanita yang baik?

Bukan aku menganggapnya tidak baik
Adakah sedikit kebaikanku yang terlihat padanya

Engkau pasti inginkan aku mempelajari sesuatu
Tunjukkanlah ya Allah
Karna ilmuku masih belum bisa mencapainya

Yang baik menurutku belum tentu baik menurutMu
Yang tidak baik menurutku bisa jadi itu yang terbaik menurut Allah

Yakin dengan kebaikan yang Engkau berikan

Namun sulit percaya bila melihat dia yang lalu
Sedang aku berusaha menjaga

Mohon tunjukkan hikmahMu ya Allah..
Bukakan mata ini agar bisa melihat ayatMu
Hingga hati merasa tenang..

 

Bye.. yaa… February 3, 2015

Filed under: My Stories,Poetry — An-Niez @ 4:33 pm

Ijinkan aku mengingatmu untuk terakhir kali
Kubiarkan air mata jatuh tuk terakhir kali
Kubiarkan anganku menatap wajahmu tuk terakhir kali

Aku ikhlaskan melepasmu dari hati ini
Entah kapan dia telah bersemayam
Yang aku tahu dia ada disini

Semoga ini yang terbaik
Dirimu yang terlalu tinggi untuk kugapai

#bye

Semoga kita bahagia dengan takdir kita masing-masing

#Bersamamu kuhabiskan waktu

Bahagia bisa mengenal dan berbuat kebaikan denganmu
Terima kasih telah mengajarkan banyak kebaikan

#rasanya semua begitu sempurna sayang untuk mengakhirinya

Yakin ini yang terbaik. Aamiin

*untuk dia yang mungkin tidak tahu, aku berdoa untuknya, untuk masa depan

**31 Januari 2015 06.14 am

 

aku, dia dan kamu January 10, 2015

Filed under: cerpen,My Stories — An-Niez @ 10:28 pm
Tags: ,

ketika ia akan pergi dari kehidupanku. air mata tumpah tak tertahan. tidak peduli apa kata orang. aku hanya bisa menangis tanpa mengungkapkan suatu apapun kepadamu.
Pertemuan kita berakhir ketika kegiatan Gathering itu. Mereka ataupun kamu sekalipun mungkin tidak tahu siapa yang aku tangisi. tapi aku yakin ini karna kamu yang akan pergi jauh.

“Teman-teman minggu ini adalah minggu saya bergabung disini.  Mohon maaf jika ada kesalahan ya.. ”

Deg! Suhu tubuhku berubah dingin. “Kenapa?” itu yang ada dibenakku ketika kamu mengucapkan kata perpisahan itu.

“Jadi, gathering ini adalah acara terakhir kita kumpul bersama?” Celetuk teman yang lain.

“Ya. Mungkin takdir kita untuk bersama disini sudah berakhir tapi tidak menutup kemungkinan kan jika nanti kita bertemu di mana gitu.. ” Jawab Yudi.

“Dan mungkin tidak hanya Yudi saja yang akan berpisah dengan teman-teman semua. tetapi saya juga harus pergi kembali ke tanah kelahiran saya yaitu di Yogyakarta. Tapi tenang teman-teman insyaallah kita bertemu lagi. ” ucap mas Adis.

Apa?? Mas Adis pun akan ikut pergi? Mas Adis adalah orang yang paling bijaksana diantara kami yang sedang berkumpul sebagai panitia Gathering kantor. Semua terdiam. Hening sejenak di ruang kantor ber AC yang sedari tadi menjadi saksi ide-ide cemerlang yang dilontarkan oleh panitia rapat Gathering.dan rapat pun diakhiri dengan kata-kata semangat Mas Adis yang menggebu-gebu agar acara gathering nanti berakhir dengan baik.

***

Hari-hari berlalu.1 bulan dia telah pergi. Yah mau bagaimana lagi. Tidak mungkin kan aku harus selalu ‘galau’. Aku harus maju. Dan takdir kan tidak ada yang tahu. Mungkin memang sudah di takdirkan seperti ini.
Dan semua sudah mulai berjalan seperti biasa. Mereka yang telah pergi sudah mulai hilang dalam pembicaraan di kantor. Seperti terlupakan. Dan aku pun harus seperti mereka walaupun aku yakin di dalam hati mereka masih tersimpan canda tawa kami bersama.

“Assalamu’alaikum… “. Ucapku ketika akan masuk ke ruang Manager Keuangan.
“Bu, ini laporan keuangan bulan ini ya…” Kemudian aku duduk sambil menyerahkan berkas laporan keuangan.

“Assalamu’alaikum, bu Dian… ”

Dari balik pintu terdengar suara laki-laki.

“Wa’alaikumsalam… ” Ucapku dan bu Dian bersamaan.

Dan betapa terkejutnya ketika aku menoleh.
“Bu, ini daftar design yang saya buat untuk proyek iklan baru kita.” Sambil memberikan flashdisk.

“Oh, sudah selesai Yud. Ok, terima kasih ya.”

“Eh, apa kabar Mba Riska.. ” Sapa Yudi.

Aku masih tercengang dengan kehadirannya.

“Eh, iya. Alhamdulillah baik..”

“OK. Bu Dian saya permisi dulu. Nanti kalau udah Ok. Hubungi ke handphone saya langsung aja ya bu.” Jelas Yudi

“OK.” Jawab bu Dian singkat.

“Assalamu’alaikum.” Ucap Yudi berpamitan.

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 194 other followers