Nur Annisa

Belajar ngeblog…….

??? December 12, 2014

Filed under: My Stories,Poetry — An-Niez @ 4:12 am

Tahun ini berbeda

Dan akhirnya aku harus memilih
Dia yang terlalu jauh disana
Atau dia yang ada disini

Haruskah mengubur dalam2 rasa ini
Walau aku selalu menahannya untuk terwujud

Atau..

Haruskah membuka hati untuk dia yang selalu menanti di setiap waktu

Kamu dan Dia pasti berbeda..
Entah apa yang akan digariskan Allah untuk kita

Atau aku buta tidak melihat takdir yang telah nyata

Entah atau aku tidak mau tau bahkan tidak ingin menerima takdir ini

Tapi hanya allah yang tau mana yang terbaik bagi mahluknya.

Persahabatan kalian yang membuatku berat

Tapi harusnya aku sadar siapa diriku dan siapa dia..
Jika memang takdirnya telah tertulis seperti ini

Aku berdoa Agar ikhlas dan berlapang dada menerimnya..

*071214
#MyDecemberStory

 

Cemburu November 9, 2014

Filed under: Poetry — An-Niez @ 8:23 pm

Benci..
Sebel..
Tidak peduli..

Ada setiap kali melihatnya
Mendengarnya, dekat denganya

Padahal..

Dia tidak tahu apa-apa
tidak mengerti apapun
Bahkan terlalu baik untuk disalahkan

ada apa ini??
Kebingungan mulai merajai
Menyelami diri tuk dapat jawaban
Dan mungkin itu jawabnya

Rasa yang tidak ingin aku akui
Kepadamu juga pada diri sendiri

 

PERAN

Filed under: Advice,Kata Mutiara,SMS dari Temen2 — An-Niez @ 5:39 am

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika masa yang semestinya kamu sudah menjadi seorang mahasiswa, tapi nyatanya kini masih harus berjuang lagi untuk menjadi mahasiswa.
Mainkan saja peranmu dengan sebaik-baiknya, bahwa Allah menakdirkan kebaikan untukmu, dari jalan perjuangan ini, lagi dan lagi.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika skripsi atau tesismu terbengkalai tersebab kamu mengurus amanah Allah yang akan menjadi bintang. Mainkan saja peranmu dan Allah akan tunjukkan jalan keluar yang spesial untukmu.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika ijazah S1 sudah di tangan, teman-temanmu yang lain sudah berpenghasilan, sedangkan kamu, dari pagi hingga malam sibuk membentuk karakter bagi makhluk yang akan menjadi jalan surga bagi masa depan. Mainkan saja peranmu, dan tak ada yang tak berguna dari pendidikan yang kau raih, dan bahwa rezeki Allah bukan hanya tentang penghasilan kan? Memiliki anak-anak penuh cinta pun adalah rezeki-Nya.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika pasangan lain mengasuh bersama dalam cinta untuk buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu sebab. Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah akan membersamai kalian kembali.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika nyatanya kondisi memaksamu untuk bekerja, meninggalkan buah hati yang tiap pagi melepas pergimu dengan tangis. Mainkan saja peranmu, ya mainkan saja, sambil memikirkan cara agar waktu bersamanya tetap berkualitas.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika katamu lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi punggung padahal rusuk. Mainkan saja peranmu, bukankah semata-mata mencari ridha Allah? Lelah yang Lillah, berujung maghfirah.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika belahan jiwa nyatanya bukan seperti imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu, tbukankah Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu? tetap berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya, untuk bahagia buah cinta.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika timbul iri pada mereka yang dalam hitungan dekat setelah pernikahannya, langsung Allah beri anugerah kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan tersebut. Mainkan saja peranmu dengan sebaik-sebaiknya sambil tetap merayu Allah dalam sepertiga malam menengadah mesra bersamanya.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika hari-hari masih sama dalam angka menantit, menanti suatu bahagia yang katamu bukan hanya untuk satu hari dan satu hati. Mainkan saja peranmu sambil perbaiki diri semata-mata murni karena ketaatan pada-Nya hingga laksana Zulaikha yang sabar menanti Yusuf tambatan hati, atau bagai Adam yang menanti Hawa di sisi.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika ribuan pasangan pengantin mengharapkan amanah Ilahi, membesarkan anak kebanggaan hati, dan kau kini, membesarkan, mengasuh dan mendidik anak yang meski bukan dari rahimmu. Mainkan saja peranmu, sebagai ibu untuk anak dari rahim saudarimu.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ibrahim, melaksanakan peran dari Allah untuk membawa istri dan anaknya ke padang yang kering. Kemudian, rencana Allah luar biasa, menjadikannya kisah penuh hikmah dalam catatan takdir manusia.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ayub yang nestapa adalah bagian dari hidupnya, dan kau dapati ia tetap mempesona, menjadikannya kisah sabar yang tanpa batas berujung surga.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai nabiyullah lainnya. Berkacalah pada mereka, dan jejaki kisah ketaatannya, maka taat adalah cinta.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Taat yang dalam suka maupun tidak suka.Taat yang bukan tanpa keluh, namun mengupayakan agar keluh menguap bersama doa-doa yang mengangkasa menjadikan kekuatan untuk tetap taat.
Mainkan saja peranmu, dalam taat kepada-Nya, dan karena-Nya.

#copas

 

Curhat ajalah.. November 8, 2014

Filed under: My Stories — An-Niez @ 10:02 pm

“Apa sih yang nggak buat kamu??”
Kalau ingat kalimat ituuu.. Rasanya ingin marah. Just bullshit. Nothing!!

Sebaiknya pikirkan dulu sebelum berucap.

Apalagi kalau berjanji. Kalau udah tidak amanah ituu.. “Sakitnya tuh disini! (Lg booming lagunya).

Kenapa belum bisa move on ya. Padahal udah gak mungkin balik lagi kan?! Bukan jodohmu Niez!!

Atau mungkin masih ada yang mengganjal?? Entahlah.

Ayoo.. Bantu aku menghilangkan batu besar ini donk…
Batu yang buat hati ini sesak (ciyee.. Ehm).

Semoga dia datang di saat yang tepat, di tempat yang tepat, di waktu yang tepat, di hari yang tepat, di bulan yang tepat, dan di tahun yang tepat.

Hanya Engkau yang tahu apa-apa yang terbaik bagi hambanya. Dan lapangkanlah dadaku untuk menerima semua coreta kisah yang tertulis oleh-Mu. Ya Allah. Aamiin.

 

Katakan dan Lihat November 1, 2014

Filed under: Poetry — An-Niez @ 12:53 pm
Tags: , , , ,

Salah
Salah aku menilaimu
Entah apa yang ada dipikiranmu
Ketika aku merasa kamu memilihku

Tersirat senyum picik di wajahmu
“Aku menang”

Apalagi ini
Hanya gurauanmu belaka?
Atau keseriusan yang gagal
Karna tiada rasa percaya diri?

Katakan yang jujur
Hingga aku tahu
Apa maumu

Dan perhatikanlah
Apa jawabku

 

Pahami Diri October 21, 2014

Filed under: Advice,Kata Mutiara,Poetry — An-Niez @ 10:19 pm

Aku ya seperti ini
Hargailah itu

Aku tak mengerti
Aku marah Kamu tak merasa
Aku diam Kamu biasa
Kutunjuk salahmu
Kamu pergi menjauh

Kenapa tidak mau mengerti?
Ini aku dan itu kamu
Hargailah…

Semua menatapku aneh
Aku berubah
Ya. Aku berubah untukmu
Agar kamu tahu dan aku tahu

Ini aku dan itu kamu.

 

Refleksi masa lalu October 18, 2014

Filed under: My Stories — An-Niez @ 5:48 pm
Tags: ,

13 Oktober 2011. Aku baca lagi tulisanku tentang “Aku dan Dia”. Dan akhirnya Pena-Mu telah mengakhiri kisah itu. Bukan seperti harapanku. Tapi, hal yang baik bagiku belum tentu baik untuk aku. Hanya Engkau ya Allah yang tahu yang mana yang terbaik. Aku yakin pena-Mu akan menuliskan lagi kisah yang lebih indah dari yang aku bayangkan.

Sekarang kamu mungkin sudah bahagia ya Aa. Semoga aku juga nantinya akan mendapatkan kebahagiaan yang sama sepertimu. Aamiin. Maafin aku ya mungkin aku mengecewakan atau pernah membuatmu sakit hati. Maafin aku yang belum bisa memutuskan masalah dengan baik.

Semoga kita semua mendapatkan peran yang bahagia dalam cerita-Nya yang indah. Aamiin.

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 155 other followers