Nur Annisa

Belajar ngeblog…….

Refleksi masa lalu October 18, 2014

Filed under: My Stories — An-Niez @ 5:48 pm
Tags: ,

13 Oktober 2011. Aku baca lagi tulisanku tentang “Aku dan Dia”. Dan akhirnya Pena-Mu telah mengakhiri kisah itu. Bukan seperti harapanku. Tapi, hal yang baik bagiku belum tentu baik untuk aku. Hanya Engkau ya Allah yang tahu yang mana yang terbaik. Aku yakin pena-Mu akan menuliskan lagi kisah yang lebih indah dari yang aku bayangkan.

Sekarang kamu mungkin sudah bahagia ya Aa. Semoga aku juga nantinya akan mendapatkan kebahagiaan yang sama sepertimu. Aamiin. Maafin aku ya mungkin aku mengecewakan atau pernah membuatmu sakit hati. Maafin aku yang belum bisa memutuskan masalah dengan baik.

Semoga kita semua mendapatkan peran yang bahagia dalam cerita-Nya yang indah. Aamiin.

 

ini takdir…. October 4, 2014

Filed under: Poetry — An-Niez @ 6:40 pm
Tags: , , , , , , , , ,

kamu yang ajarkan aku rasa sayang

dan kamu yang ajarkan aku rasa kecewa

dibalik senyum tersimpan duri yang tajam

hingga aku pergi dengan kekecewaan

dia yang aku hargai dalam segala hal

dia yang aku sayang dan aku tunggu

tetapi keraguan itu datang

hingga aku pergi dengan begitu sakitnya

dan kau yang datang padaku

untaian kata yang begitu menyanjungku

tetapi aku hanya diam

hingga kau pergi menjauh (more…)

 

painting September 3, 2014

Filed under: Uncategorized — An-Niez @ 9:18 pm

basmallah lukisan_rasa dalam hati rumah Untitled

 

Menunggu Ia Hilang… September 2, 2014

Filed under: Uncategorized — An-Niez @ 9:15 pm

Ini kubuat untukmu…

Kamu yang entah ada atau tidak di hatiku…

Yang aku tahu aku nyaman bicara denganmu

Ini untukmu….

Coretan hati yang bimbang akan hadirmu

Mungkin ia hanya takut terluka lagi

Dan ragu pun membuat kita berjarak

 

Waktu yang akan menuliskan semuanya

Jika kamu untukku………

 

Waktu yang akan mengatakan sesuatu itu

Yang ada di hati ketika keraguan itu menghilang

 

 

9 agustus 2014

 

Catatan Hati: Menghapus Jejak

Filed under: My Stories — An-Niez @ 9:11 pm
Tags: , , , , , , , , ,

Mungkin dia sudah ada yang memiliki. Dia hanya tidak ingin menyakitiku hingga ia kini pergi.

Berterusterang lebih baik daripada mengetahuinya diakhir.

Hari kedua setelah penantian panjang, akhirnya kita bertemu lagi. Aku yang memaksamu datang padahal aku sedang menginap di rumah teman. Dengan baju seadanya, menggunakan sweater. Dan kamu memaksakkan datang juga. Kita mengobrol sedikit pada hari itu. Karena aku datang sekali lagi dengan segerombolan teman. Setelah makan. Kamu mengantarku ke asrama adikku. Seperti biasa kita beli roti itu lagi. Sepanjang perjalanan aku melepas rindu. Ingin rasanya bilang jangan pergi. Setelah sampai di asrama. Kamu hanya mengantarku sampai pintu gerbang karena kamu malu disana isinya cuma perempuan (hehe…). Padahal aku cuma sebentar, aku masih ingin merasakan bersamamu. Dan akhirnya kau pulang. Jangan pergi kataku dalam hati. Karena setelah ini kita tak tau kapan kan bertemu lagi.

Dan benar saja kita tidak bertemu lagi setelah hari itu. Hanya melalui suara kulepas rinduku ini. Itu pun bisa dihitung jari. Kau sibuk atau tidak peduli denganku? Aku merasa ada sesuatu yang kau sembunyikan. Dengan tanggal lahirmu yang berbeda. Dan setelah chatting dengan adikmu, ternyata kamu lelaki satu-satunya, anak sulung. Berbeda dengan apa yang kau ceritakan padaku. Aku ragu. Apa yang harus aku lakukan. Dalam kebimbangan. Aku mencari jawaban. Aku curhat dengan temanku, rini dan yang lain. Aku tanya pada diriku dan aku berdoa. Hingga keluar kalimat itu. Kalimat yang tak pernah bisa keluar dari mulutku. Kita putus. Via sms ku kirim. Tak ada balasan. Taukah kamu bagaimana perasaanku? Sebenarnya aku ini siapa? Pentingkah aku untuk masa depanmu?

Sepertinya dengan bangga kau kirim sms bahwa telah dilangsungkan akah nikahmu. Apa yang kurasakan sekali lagi? Aku dipermainkan.

Setelah sebulan kita putus aku masih berharap kamu memintaku kembali. Tapi sepertinya memang ini yang kau inginkan. Karena kulihat foto profilmu dengan perempuan yang lain. Wanita yang ternyata aku curigai. Dan statusmu menjadi engaged. Tahukah perasaanku saat itu? Tak ada rasa. Beku. Flashback kuingat kata-katamu. “apa sih yang nggak untuk anis”. Dan “You are my special”. “aku ingin menikah denganmu”. Hah?!! Sekarang apa?!! Aku bagaikan tidak pernah ada dalam hidupmu.. sepertinya saat itu aku hilang dari bumi. Seluruh jiwa dan pikiranku pergi meninggalkan raganya yang tak berdaya. Kamu jahat.

Aku telah diracuni dengan kata-katamu. Betapa sakit kehilangan itu.

 

CINTANYA SEBATAS ROTI

Filed under: Uncategorized — An-Niez @ 8:49 pm
Tags: , , , ,

Pertama kali aku mengenalnya dari seorang teman lama yang sudah tidak pernah berjumpa. Tiba-tiba dia bilang, “Mia, ada yang mau kenalan sama kamu? saya kasih nomor handphonemu ya?”. Tanpa fikir panjang aku pun menyetujuinya.

Keesokan harinya, handphoneku berdering. Pesan singkat dari nomor yang tak dikenal muncul dilayarnya. Aku buka dengan setengah hati.

asslkm, ni tmannya Rani ya? Sy Deny tmn kntornya Rani.”

“Mungkin ini orang yang diceritakan Rani.” Pikirku dalam hati.

Kemudian, kami pun saling berbalas sms.

Setelah berbulan-bulan kami saling mengenal walaupun hanya melalui handphone. Dan akhirnya munculah kalimat…

“Kamu mau gak jadi yang special?”

Dan akhirnya, aku pun menjadi salah satu orang yang spesial dihidupnya. Menurutnya orang yang penting dalam hidupnya adalah orangtua, saudaranya dan kemudian aku. Meski aku bukan nomor satu aku tetap merasa bangga mendengar hal itu.

Aku tahu dan sadar. Aku menerimanya bukan didasarkan oleh rasa suka, cinta, sayang atau hal semacamnya. Tapi karna rasa kesal dan marah. Rasa itu muncul karna seseorang yang menganggapku sebagai adik kecilnya. Seseorang yang selalu membuat perasaanku kacau. Orang yang telah memunculkan kata “suka” dihatiku. Dia adalah orang pertama yang dapat membuat aku mematung, membeku. Semenjak aku disini, di tempat aku menggantungkan cita-citaku. Di kampus yang mempertemukan aku dengannya.

hari-hari berlalu, aku dan deny sering berbagi kabar dan cerita melalui sms ataupun telpon. Semakin lama semakin nyaman. Deny adalah sosok laki-laki yang bisa menjadi panutan bagiku. Dia lebih dewasa dan nasehatnya selalu membantuku dalam berbagai hal.

Tanggal 28 Maret 2010, ketika aku telah selesai dengan masa magangku yang diwajibkan oleh perguruan tinggi tempatku belajar, aku dan deny berjanji untuk bertemu dan untuk kali pertama. Di tengah kesibukannya sebagai staff enginering di sebuah perusahaan swasta, akhirnya kami dapat bertemu.

 

2013 in review January 2, 2014

Filed under: Uncategorized — An-Niez @ 10:47 am

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 13,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 5 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 144 other followers